Tabloidbnn.com | Aceh Tamiang – Wakil Wali Kota Bekasi, Dr. Abdul Harris Bobihoe didampingi Agus Harpa(Plt. Asisten Daerah 2 Kota Bekasi), Anjar Budiono(Kepala BKPSDM Kota Bekasi), Subrin (Sekretaris BMSDA Kota Bekasi) serta Sekda Aceh Tamiang, Drs. Syuibun Anwar meninjau Musholla Ashabul Kahfi di Desa Kota Lintang, Kecamatan Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (2/7/2026).
Peninjauan bangunan musholla ini menandai bangkitnya kembali pusat ibadah masyarakat setempat yang sempat hancur total akibat terjangan banjir bandang beberapa waktu lalu. Pembangunan kembali masjid ini terwujud berkat donasi, swadaya, dan aksi solidaritas dari masyarakat serta relawan Bekasi Raya yang disalurkan melalui Yayasan Al-Ummahat Bekasi Raya.
Kehadiran orang nomor dua di Kota Bekasi ini bertindak langsung mewakili masyarakat Bekasi Raya, Jawa Barat, sebagai bentuk nyata dari kepedulian sosial lintas provinsi.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Bekasi, Dr. Abdul Harris Bobihoe, menyampaikan rasa haru dan bangganya atas kolaborasi kemanusiaan yang tercipta antara warga Bekasi dan masyarakat Aceh Tamiang.
"Renovasi pembangunan Musholla Ashabul Kahfi ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan jembatan hati dan simbol persaudaraan yang kokoh antara masyarakat Bekasi Raya dengan saudara-saudara kita di Aceh Tamiang. Kami berharap masjid ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan kualitas ibadah dan syiar Islam di Desa Kota Lintang," ujar Abdul Harris.
Sebelumnya, banjir bandang yang melanda wilayah Kota Lintang mengakibatkan kerusakan fasilitas publik yang cukup parah, termasuk runtuhnya struktur utama Musholla Ashabul Kahfi yang sempat melumpuhkan aktivitas keagamaan warga.
Merespons bencana tersebut, Forum Relawan dan Masyarakat Bekasi Raya menginisiasi penggalangan dana demi memastikan jarak geografis tidak menjadi penghalang untuk membantu sesama di Bumi Serambi Mekkah.
Semoga mushalla ini menjadi tempat ibadah, persatuan, dan keberkahan bagi masyarakat Kota Kualasimpang dan Aceh Tamiang. Atas nama masyarakat Bekasi Raya, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh relawan dan para donatur yang telah bergotong royong mewujudkan renovasi ini. Pungkasnya Wawako Bekasi, Dr. Abdul Harris Bobihoe.
Sementara itu, Ketua Relawan Penanggung jawab Pelaksana Pembangunan sekaligus Kepala Divisi Kerelawanan Yayasan Al-Ummahat Bekasi Raya, Adi Purwono, menambahkan bahwa seluruh proses renovasi total ini mengandalkan infak, sedekah, serta kerja keras para relawan yang bergerak cepat di Bekasi.
"Masjid bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga pusat persatuan, pendidikan, dan penguatan ukhuwah. Ketika musholla roboh, yang hilang adalah ruang berkumpul masyarakat. Proses renovasi ini bukan hanya membangun kembali dinding dan atap, tetapi menghadirkan kembali harapan bahwa selalu ada tangan yang siap membantu," kata Adi di Kuala Simpang, Kamis (2/7/2026).
"Dari Bekasi untuk Aceh Tamiang; dari kepedulian lahir harapan, dan dari gotong royong tegak kembali rumah Allah," ujarnya.
Peresmian ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh tokoh masyarakat, perangkat desa, serta warga setempat. Pihak yayasan dan relawan turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh donatur dan pemerintah daerah kedua wilayah yang telah memfasilitasi pembangunan ini.
Dengan selesainya renovasi bangunan musholla Ashabul Kahfi, fasilitas ini diharapkan dapat kembali berfungsi optimal sebagai pusat pendidikan Islam, pengajian anak-anak, pembinaan generasi muda, serta penggerak kegiatan sosial kemasyarakatan di Kampung Kota Lintang, Aceh Tamiang.
Adi Purnomo menambahkan, Pembangunan kembali mushalla Ashabul Kahfi bukan hanya tentang membangun sebuah bangunan, tetapi tentang menghidupkan kembali harapan masyarakat yang pernah diuji oleh bencana. Pungkasnya.(Abdul Karim).