Tabloidbnn.info | Aceh Tamiang – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-9 tingkat Kabupaten Aceh Tamiang tahun 2026 resmi ditutup oleh Bupati Aceh Tamiang, Drs. Armia Pahmi, MH. Acara penutupan yang berlangsung di halaman Islamic Center Dinas Syariat Islam setempat pada Sabtu (11/7/2026) malam tersebut berjalan sukses dan lancar meski sempat diguyur hujan.
Dalam ajang kali ini, Kafilah dari Kecamatan Seruway berhasil keluar sebagai Juara Umum setelah mendominasi kompetisi dengan raihan total 266 poin. Posisi kedua ditempati oleh Kecamatan Karang Baru dengan 135 poin, disusul Kecamatan Bendahara di peringkat ketiga dengan 124 poin.
Penyerahan hadiah dan piala bergilir tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol P Drs Armia Pahmi MH dan diterima oleh Camat Seruway,Rusni Devi Ariyanti Manullang, S.STP, MM.
Bupati Aceh Tamiang, Drs. Armia Pahmi, MH, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia, dewan hakim, dan peserta. Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan MTQ merupakan wujud komitmen daerah dalam membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang berakhlakul karimah.
"Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik. Para juara ini nantinya akan kita persiapkan secara matang untuk berlaga pada ajang MTQ tingkat Provinsi Aceh yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Aceh Barat Daya," ujar Bupati Armia.
Kepada para pemenang, Bupati berpesan agar tetap rendah hati dan terus berlatih secara optimal demi mengharumkan nama daerah. Sementara bagi peserta yang belum berhasil, ia mengimbau untuk tidak berkecil hati.
"Hendaknya niat kita dalam mempelajari Al-Qur'an tidak hanya sebatas memenangkan lomba, namun sebagai upaya mencari petunjuk hidup agar selamat di dunia dan akhirat," tambahnya.
Sebagai langkah keberlanjutan, Pemkab Aceh Tamiang berencana menginstruksikan para Camat untuk mengawali seleksi musabaqah secara berjenjang mulai dari tingkat perkampungan (desa) sebelum menuju ke tingkat kecamatan.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, M. Fajar, M.A., melaporkan bahwa MTQ ke-9 ini diikuti oleh 250 peserta utusan dari 12 kecamatan. Ia menyebutkan, lonjakan jumlah peserta menjadi sinyal positif tumbuh suburnya program tahfidz di berbagai dayah atau pesantren di Aceh Tamiang.
Untuk mematangkan kesiapan menuju tingkat provinsi pada tahun 2027 mendatang, pihak panitia mengharapkan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan DPRK untuk menyelenggarakan program pusat pelatihan (training center).
"Peserta yang lolos akan kita bina secara intensif agar target prestasi Aceh Tamiang di tingkat provinsi dapat meningkat lebih baik," kata M. Fajar.
Pasca-MTQ, panitia juga menyiapkan langkah strategis berupa pemberdayaan para hafiz sebagai imam masjid. Selain itu, Dinas Syariat Islam akan bersinergi dengan Dinas Pendidikan serta Dinas Pendidikan Dayah untuk menerapkan program wajib membaca Al-Qur'an sebelum jam pelajaran sekolah dimulai. Targetnya, setiap anak yang lulus Sekolah Dasar (SD) sudah mampu membaca Al-Qur'an dengan baik.
Di sisi lain, menyikapi melimpahnya donasi Al-Qur'an pascabencana beberapa waktu lalu yang mencapai 100.000 mushaf, M. Fajar mengimbau para imam kampung dan Badan Kemakmuran Masjid (BKM) untuk mendistribusikannya kepada masyarakat serta lembaga pendidikan yang membutuhkan.
Malam penutupan yang dipadati masyarakat tersebut juga dimeriahkan oleh penampilan qari terbaik Aceh Tamiang yang baru saja menyabet Juara 1 Tingkat Nasional pada MTQ 2026 di Jawa Timur. Atas prestasi gemilang itu, sang juara mendapatkan reward khusus dari pemerintah daerah serta pimpinan WD Cafe, H. Irwandi, sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi generasi muda daerah.
Ketetapan pemenang MTQ ke-9 ini disahkan melalui keputusan resmi Dewan Hakim yang bersifat final, ditandatangani oleh Ketua Dewan Hakim H. Syamsul Rizal, S.Ag., dan Sekretaris Muhammad Fauzi, S.Ag., M.H.(Abdul Karim).